Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada Senin (4/5), beban pokok penjualan tercatat ikut turun menjadi Rp 46,48 miliar pada kuartal I 2015, dari periode tahun sebelumnya Rp 70,34 miliar. Laba kotor pun terseret turun menjadi Rp 94,46 miliar dari sebelumnya Rp 166,59 miliar.
Perusahaan yang dikenal dengan produk bir Anker, San Miguel, Carlsberg, dan Kuda Putih ini membukukan laba sebelum pajak Rp 42,27 miliar, turun dari sebelumnya yang senilai Rp 105,92 miliar. Sementara itu, laba bersih turun jadi Rp 33,02 miliar dari laba bersih tahun sebelumnya yang senilai Rp 79,31 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pasca berlaku Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 yang melarang penjualan minuman keras dengan kandungan alkohol sampai 5 persen di minimarket dan toko pengecer mulai 16 April 2015, Delta Djakarta mengaku bakal kesulitan mengoptimalkan penjualannya tahun ini.
“Kami akan melakukan efisiensi dan fokus meningkatkan penjualan pada channel-channel yang masih bisa berjualan bir seperti supermarket, hypermarket, hotel, dan restoran. Tetapi tempat-tempat itu kontribusinya terhadap penjualan kecil, sementara itu kami bertahan saja,” ujar Ronny Titiheruw, Managing Director PT Delta Djakarta Tbk kepada CNN Indonesia, belum lama ini.