Dengan kondisi perekonomian dunia serta Indonesia yang kini sedang lesu, harga barang modal akan menjadi lebih murah seiring permintaan global yang juga ikut menurun.
"Dengan ekonomi yang sedang menurun, dalam setiap kunjungan kerja saya perhatikan bahwa banyak sekali investor yang mengejar realisasi investasinya karena kini barang modal sedang murah, seperti baja ataupun bahan bakar minyak. Mereka tak ingin kehilangan momentum ini," ujar Franky di Jakarta, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang tren-nya seperti itu. Pada kuartal pertama indikator perekonomian memang melemah, tapi biasanya kuartal II, kuartal III dan seterusnya akan meningkat terus," katanya.
Kepala BPS Suryamin mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global yang belum menggembirakan.
Menurutnya, sumber sentimen negatif yang paling berpengaruh adalah perlambatan ekonomi Tiongkok dan Singapura, yang selama ini menjadi mitra dagang utama Indonesia baik ekspor maupun impor.
Perekonomian Tiongkok turun dari 7,4 persen pada kuartal III 2014 menjadi 7,0 persen, sedangkan Singapura turun dari 4,9 persen menjadi 2,1 persen.