Tetapi angka positif produksi minyak ONWJ tak diikuti kinerja produksi gas. Di periode yang sama, jumlah gas yang dihasilkan oleh anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut masih berada di bawah WP&B 2015 yang menargetkan angka produksi di kisaran 175 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Pasalnya, hingga akhir April 2015 angka produksi ONWJ masih berada di kisaran 173 MMSCFD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonly mengungkapkan, kenaikan produksi PHE tak lepas dari tambahan produksi minyak dan gas dari lapangan UL. Ia menjelaskan, setelah dikembangkan beberapa waktu lalu lapangan UL nyatanya mampu menyumbangkan tambahan produksi minyak sebesar 2.200 Bph dan gas berkisar 10 MMSCFD.
“Di tengah sulitnya usaha untuk mempertahankan produksi minyak dan gas bumi akibat laju penurunan alamiah minyak tahunan sebesar 17 persen, PHE ONWJ justru berhasil meningkatkan produksi minyak setiap tahun sejak 2009,” tuturnya.
Selain lapangan UL, kata Jonly, di penghujung 2014 PHE ONWJ juga berhasil melakukan start-up di lapangan GG. Sedianya, lapangan GG diharapkan mampu menambah produksi gas bumi sebesar 31 MMSCFD dan 150 Barel kondensat per hari (bph). Saat ini produksi gas dari lapangan GG telah dialirkan ke unit pengolahan bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina di Balongan.
Yang menarik, meski tengah tertekan kondisi harga minyak dunia yang mengalami penurunan, manajemen PHE ONWJ yakin laju produksinya tak akan turun.
"Namun, PHE ONWJ tetap berkomitmen pada keamanan dan integritas fasilitas sehingga operasi produksi migas bisa terus berlangsung tanpa ada risiko terhadap keamanan dan keselamatan pekerja dan lingkungan," katanya. (dim/ded)