Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo menyebutkan ada dua grup maskapai besar berjadwal yang belum menyerahkan laporan keuangan pada tahun buku 2014. Keduanya adalah Grup Lion yang mengoperasikan tiga maskapai penerbangan yaitu PT Lion Mentari Airlines, PT Wings Abadi, dan PT Batik Air Indonesia, serta Grup AirAsia yang mengoperasikan dua anak usaha di Indonesia yaitu PT Indonesia AirAsia X dan PT Indonesia AirAsia.
“Maskapai-maskapai Grup Lion menyampaikan kepada kami bahwa audit laporan keuangannya baru selesai paling lambat 30 Juni 2015, sama seperti Indonesia AirAsia. Sementara Indonesia AirAsia X dalam suratnya menyatakan baru beroperasi mulai Januari 2015, jadi minta dispensasi,” ujar Suprasetyo di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu ada PT Tri MG Intra Asia Airlines, PT Sriwijaya Air, PT Nam Air, PT Trigana Air Service, PT My Indo Airlines yang berjanji akan menyerahkan laporan keuangan setelah selesai di audit pada 30 Mei 2015.
Sementara delapan maskapai penerbangan berjadwal yang telah menyampaikan laporan keuangan audit 2014 tepat waktu adalah yaitu PT Garuda Indonesia Tbk, PT Travel Express Avation Service, PT Citilink Indonesia, PT Transnusa Aviation Mandiri, PT Aviastar Mandiri, PT Kalstar Aviation, PT Asi Pudjiastuti Aviation, dan PT Jatayu Gelang Sejahtera.
Kemudian dari 50 maskapai penerbangan tidak berjadwal, ada sekitar 58 persen atau 29 perusahaan penerbangan yang mengumpulkan tepat waktu. Sementara 18 sisanya melaporkan masih dalam proses audit dengan menyertakan surat keterangan dari Kantor Akuntan Publik (KAP), dan tiga perusahaan lainnya belum menyampaikan laporan keuangan maupun surat keterangan KAP. (gen)