"Saya dukung sekali anak usaha Pertamina IPO. Soalnya dengan IPO perusahaan bisa meningkatkan transparansi dan publik juga bisa melihat," ujar Tanri di kantor Kementeri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Rabu (6/5).
Selain pengawasan terhadap performa keuangan, menurut Tanri tercatatnya saham perusahaan di lantai bursa juga diyakini mampu memberikan determinasi tersendiri bagi kinerja manajemen. Ia menjamin direksi akan terpacu meningkatkan kinerja lantaran perusahannya diawasi oleh banyak pihak termasuk Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, dirinya mengatakan tak ingin gegabah di dalam merekomendasikan anak usaha Pertamina mana yang didorong untuk menggelar IPO. Ia menyebut dibutuhkan waktu serta upaya peningkatan profitabilas lebih dulu sebelum bisa mengeksekusi wacana tersebut.
"Seperti yang saya bilang tadi, kalau mereka punya kesempatan untuk meningkatkan profitabilitas ya harus ditingkatkan dulu sebelum IPO. Karena dengan langkah itulah bisa menentukan value perusahaan,” tutur Tanri.
Seperti yang ramai diberitakan beberapa waktu terakhir, Direksi Pertamina dikabarkan mulai membuka wacana untuk melego salah satu anak usahanya melalui mekanisme IPO atau pengawaran saham perdana di lantai bursa. Sebelumnya jajaran Kementerian BUMN pun telah menyebut tiga anak usaha Pertamina yang diunggulkan jika IPO jadi dilakukan, yaitu PT Tuga Pratama, PT Pertamina Drilling Services Indonesia, dan PT Pertamina Gas.
Berangkat dari wacana ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyerahkan kebijakan IPO anak usaha Pertamina kepada jajaran direksi induk usaha. "Saya kembalikan lagi ke mereka (direksi) dan komisaris yang baru," ujar Rini singkat. (gen)