Berdasarkan laporan keuangan First Media yang dikutip pada Kamis (7/5), pendapatan emiten berkode saham KBLV tersebut merosot 61,07 persen pada kuartal I tahun ini menjadi Rp 225,46 miliar dari periode sama tahun lalu Rp 579,09 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, beban layanan ikut melonjak 101,52 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 300,75 miliar. Hal itu ditambah naiknya beban penyusutan dan amortisasi juga naik, sebesar 63,18 persen per kuartal I tahun ini menjadi Rp 178,29 miliar.
Beban pajak juga naik sangat tinggi pada kuartal I 2015, menjadi Rp 2,54 miliar, padahal pada periode yang sama sebelumnya hanya mencapai Rp 49 juta. Hal itu membuat First Media menelan rugi usaha sebesar Rp 469,95 miliar, dari laba usaha periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 142,30 miliar.
Untuk diketahui, sebelumnya First Media menargetkan pertumbuhan pendapatan pada 2015 minimal 20 persen dari pendapatan tahun lalu. Jika terealisasi, pendapatan pada 2015 bakal mencapai Rp 2,57 triliun.