Pertama, kedua negara sepakat untuk menjalin kerjasama apabila menemukan cadangan minyak dan gas bumi di wilayah perbatasan. Dimana Indonesia dan Papua Nugini juga akan bekerjasama dalam unitisasi maupun operasionalnya.
Kedua, pemerintah Papua Nugini akan memberikan kemudahan izin sekaligus memberi lampu hijau terkait rencana pembelian gas Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk yang akan dibangun di seluruh wilayahnya. Rencana ini sendiri merupakan solusi strategis mengingat ladang gas Papua Nugini terletak sangat dekat dengan perbatasan dengan Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, dalam isi perjanjiannya PLN telah menyetujui di dalam penyediaan listrik sebesar 2 MW dari jaringan distribusi 20 KV, dengan opsi PPL akan bernegosiasi untuk upgrade kapasitas di masa yang akan datang atau setelah IPP PLTU Jayapura COD.
Sementara untuk kerjasama keteknisan, Indonesia juga menjajaki potensi kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dengan memberikan bantuan teknis untuk pengembangan sumber daya manusia di bidang energi dan mineral Papua Nugini.
Dalam program tersebut bantuan kerjasama akan dilaksanakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Minyak dan Gas Bumi di Cepu, Pusdiklat Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan di Jakarta, Pusdiklat Mineral dan Batubara di bandung dan program khusus Oil and Gas Partnership Program. (gen)