Selain itu, Rini memastikan fungsi pengadaan minyak impor yang dijalankan oleh dua anak usaha Petral yakni Pertamina Energy Service dan Zambesi Investment akan dilimpahkan kepada divisi Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina.
"Kalau nanti dibutuhkan, akan ada perusahaan trading baru dari Pertamina yang akan dijalankan secara transparan. Namun sekarang ini belum ada rencana untuk membuat perusahaan trading baru menggantikan Petral," ujar Rini di kantornya, Jakarta, Rabu (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanri mengatakan dirinya pun optimistis upaya tadi mampu meningkatkan transparansi yang berdampak positif pada kinerja perusahaan migas pelat merah tersebut ke depan.
"Ini merupakan proses transformasi dari Pertamina untuk menjadi perusahaan yang besar dan berkelas. Tentunya dengan struktur baru, sistem baru, dan skill orang-orangnya juga," ujar Tanri. (gen)