Danny Kojongian, Corporate Secretary Matahari Putra Prima, menjelaskan rata-rata per lembar saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp 36. Menurutnya, perolehan laba tahun lalu tak lepas dari aksi perseroan mengoptimalkan 267 gerai super market yang dikelolanya.
Tercatat hingga akhir 2014, MPPA memiliki 107 gerai Hypermart, 58 outlet Foodmart, dan 102 gerai Boston Health & Beauty yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam tiga bulan pertama 2015, jumlah gerah-gerai tersebut bertambah, yakni dua Hypermart, satu Foodmart Supermarket, sembilan Foodmart Express, dan dua gerai Boston Health & Beauty.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danny menjelaskan, penetrasi perseroan saat ini terfokus ke luar Jawa, karena mempertimbangkan kompetisi yang lebih rendah dan profitabilitas yang lebih tinggi. Untuk itu, perseroan akan memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur logistik dan distribusi untuk bisa mengalahkan pesaing-pesaing terdekatnya.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, peningkatan laba kuartal I 2015 diperoleh dari penjualan yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan peningkatan beban pokok usaha. Tercatat penjualan bersih MPPA sebesar Rop 3,34 triliun, tumbuh 7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk beban pokok usaha meningkat 6,1 persen menjadi Rp 2,75 triliun.
“Efek dari pelemahan ekonomi merambah seluruh bidang ekonomi. Baik di industri hulu hingga ritel seperti kami. Dampak terhadap kami terlihat dalam tingkat pertumbuhan penjualan tahunan yang sedikit melambat pada kuartal I. Kita terkena imbas tetapi terus berhati-hati,” jelas Danny.