Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS menjelaskan ekspor Indonesia ke negara-negara Asia Tenggara menurun akibat terjadinya peningkatan produksi di masing-masing negara. Melemahnya permintaan ekspor dunia membuat negara-negara Asean berlomba-lomba membanting harga, khususnya untuk produk mesin dan peralatan listrik. Alhasil
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sasmito menuturkan pelemahan ekspor nasional semakin parah setelah Tiongkok terlibat dalam perang harga.
Untuk membalikan keadaan, BPS menganjurkan pemerintah untuk meningkatkan perdagangan intra-Asean, terutama untuk komoditas-komoditas yang menguasai pangsa pasar ekspor kawasan. Karenanya, pemerintah harus melakukan kerjasama dengan negara lain untuk menjaga kekuatan ekspor Indonesia.
"Misalnya dengan CPO. Asal kita kompak dengan Malaysia, kita bisa kuasai ekspor termasuk ke pasar Asean, mengingat ekspor kita dan Malaysia menguasai pasar CPO hampir 90 persen. Kemudian karet, kita juga harus kompak juga dengan Malaysia, Vietnam, Thailand," jelasnya.
Sebagai informasi, BPS mencatat bahwa ekspor non migas Indonesia ke negara-negara Asean selama Januari-April 2015 mencapai US$ 9,18 miliar. Sementara itu, impor non migas Indonesia dari negara Asean dalam periode yang sama mencapai US$ 8,56 miliar. (ags/gen)