Ari Ashkara, Direktur Keuangan Garuda Indonesia menjelaskan sukuk global maskapai pelat merah ini akan memiliki jangka waktu lima tahun dengan tingkat bunga maksimum 6,9 persen per tahun. Lelang surat utang syariah ini dimaksudkan untuk penataan (reprofiling) utang perseroan yang masih didominasi oleh utang jangka pendek.
Terkait dengan pricing, Ari menuturkan akan lebih tinggi dari pricing sukuk global terbitan pemerintah yang akan diumumkan bulan ini. Risiko dari lelang obligasi ini juga akan menjadi risiko pemerintah karena menguasai 60 persen saham perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan disetujuinya penerbitan sukuk global oleh pemegang saham, perseroan akan memulai roadshow ke berbagai kota di lima negara, yaitu Dubai dan Abu Dhabi (Arab Saudi,19 Mei), Hongkong (20 Mei), Singapore (21 Mei), Zurich (22 Mei), dan London (Inggris, 26 Mei).
Sebagai informasi, hingga kuartal I 2015 utang jangka pendek perseroan masih mendominasi. Dari US$ 2,3 miliar liabilitas perseroan, sebanyak US$ 1,5 miliarnya merupakan utang jangka pendek. Sementara itu, sebanyak US$ 809 juta sisanya berupa utang jangka panjang. (ags/gen)