Budi Karya Sumadi, Direktur Utama AP II menjelaskan rencana perseroan melantai di bursa demi mendapatkan modal untuk mendanai sejumlah proyek, termasuk pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. adapun jumlah saham yang akan dilepas sekitar 25 persen dari keseluruhan saham yang kini dikuasai pemerintah.
Sementara itu, lanjut Budi, total kebutuhan investasi diperkirakan mencapai Rp 52,7 triliun hingga 2021. Untuk tiga tahun pertama, sebagian besar investasi akan difokuskan untuk mencapai target 15 juta penumpang dengan estimasi pendanaan sebesar Rp 34,7 triliun
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui IPO tersebut, AP II berharap mendapatkan dana segar sekitar Rp 6 triliun.
Selain itu, perseroan juga mengantongi pinjaman siaga (standby loan) sebesar Rp 4 triliun, dengan tenor 10 tahun. Alternatif pendanaan ini dapat ditarik perseroan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Saya siap kalau dilakukan semester depan. Saya menimbang-nimbang apakah saya akan menggunakan Rp 4 triliun itu. Atau saya harus melakukan obligasi. Jadi saya punya pilihan," katanya.