Hal tersebut merupakan salah satu kesimpulan dan rekomendasi dari penelusuran yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo atas mahalnya harga semen di Papua. Indroyono mencatat harga semen yang tinggi tidak terjadi di Jayapura, namun setelah dikirimkan dari Jayapura menuju daerah-daerah pelosok seperti Wamena dan lainnya.
“Harga semen di Jakarta sebesar Rp 50 ribu, sedangkan di Jayapura seharga Rp 80 ribu per sak. Harga mulai mahal, ketika sudah sampai di daerah pelosok seperti Wamena. Artinya yang bikin mahal itu dari Jayapura sampai ke Wamena," ujar Indroyono dikutip dari laman Kementerian BUMN, Senin (18/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau bisa jalan, harga semen di Wamena tidak lagi Rp 1 juta tapi hanya sekitar Rp 250 ribu. Ini mau saya coba,” katanya.
Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto memastikan pabrik tersebut akan dibangun pada 2016 dan dijadwalkan beroperasi pada awal 2019.
“Diharapkan, pabrik ini dapat memenuhi permintaan kebutuhan semen di Provinsi Papua yang pada 2014 mencapai 800 ribu ton, sekaligus dapat memasok permintaan semen di daerah sekitarnya seperti Maluku serta berpeluang ekspor ke Papua Nugini,” kata Agung.
Dari hasil studi awal yang dilakukan perseroan, Agung mengatakan kondisi geografis Jayapura sangat sesuai dengan rencana perluasan bisnis Semen Indonesia. Baik dari segi lokasi, ketersediaan bahan baku, potensi efisiensi dalam biaya transportasi dan distribusi, serta rencana pengembangan ke depan. (gen)