Pembiayaan ini dilakukan untuk pembangunan pelabuhan multi purpose di Kuala Tanjung yang konstruksinya dimulai pada bulan Mei 2015 dengan target konstruksi selesai dalam waktu 2 tahun. Pembiayaan ini disalurkan melalui pelaksana Proyek Pelabuhan Kuala Tanjung, yaitu PT Prima Multi Terminal (PMT) yang merupakan joint venture antara Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pembiayaan Bersama Proyek Pelabuhan Kuala Tanjung ini dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5). Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama BNI Achmad Baiquni bersama dua perwakilan dari bank BUMN lainnya serta perwakilan dari pemegang saham PT PMT. Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembiayaan yang dilakukan oleh tiga bank milik negara ini juga menunjukkan sinergi yang terus dilaksanakan oleh bank-bank BUMN," ujar Tunggadewi dalam siaran pers yang diterima CNN Indonesia, dikutip Selasa (19/5).
Hingga Desember 2014, BNI telah membiayai sektor kemaritiman senilai Rp 8,7 triliun baik dari skala mikro hingga skala korporasi. Kedepan, BNI akan terus meningkatkan dukungan terhadap pertumbuhan di sektor kemaritiman dengan menyediakan layanan perbankan yang terbaik bagi para pelaku usaha dan stakeholder di sektor kemaritiman.
Pelabuhan Kuala Tanjung ini merupakan bagian dari Project Integrai Sei Mangkei yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan Ekspor curah (CPO) dan Peti Kemas di Sumatera Utara dan daerah sekitarnya. Dengan target kedalaman laut LWS -14 m, Pelabuhan Kuala Tanjung akan dapat dilabuhi oleh kapal berukuran besar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik serta perekonomian di Sumatera Utara. (gen)