Bahkan, dalam pembukaan bursa saham pada Selasa (19/5), saham PP Properti langsung melonjak mencapai Rp 240 per lembar saham, naik 29,72 persen dari harga penetapan di level Rp 185 per lembar. Sementara itu, posisi tertinggi hingga jeda perdagangan siang mencapai level Rp 250 per lembar.
Perusahaan pelat merah tersebut melepas saham ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 4.912.346.000 saham atas nama atau 34,98 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan menjadi emiten keempat di tahun ini, atau perusahaan ke-510 yang mencatatkan namanya di BEI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama masa Penawaran Umum yang berlangsung dari tanggal 11 sd 13 Mei 2015, Perseroan mencatatkan telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sekitar 18 kali atas saham yang ditawarkan.
Galih menilai adanya kelebihan permintaan ini merupakan salah satu bentuk kepercayaan investor institusi domestik dan internasional maupun ritel terhadap kondisi Perseroan serta keyakinan atas potensi pertumbuhan Perseroan dimasa mendatang.
”Dukungan dan sambutan baik yang telah diberikan oleh pasar modal Indonesia hingga kami dapat melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia merupakan bukti kepercayaan yang diberikan kepada Perseroan”, ucap Galih.