"Dengan permintaan yang menurun, apalagi ditambah pesaing lain yang meningkatkan produksinya pasti akan meningkatkan oversupply semen. Tapi kami tetap tak akan menurunkan produksi kita tahun ini karena kami yakin kejadian oversupply hanya akan berjalan sementara," ujar Presiden Direktur Holcim Indonesia Gary Schutz di Jakarta, Selasa (19/5).
Untuk menanggulangi kelebihan suplai semen di dalam negeri, Schutz juga mengatakan bahwa pihaknya akan menggenjot ekspor ke luar negeri mengingat kapasitas perusahaan sudah mampu melakukan kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita punya kapasitas untuk ekspor ke negara-negara tersebut karena mereka memang negara pengimpor semen. Namun kita juga memiliki ancaman suplai semen yang datang dari Vietnam karena produksinya juga sedang berlebih," tambah Chief Financial Officer Holcim Indonesia Kent Carson ketika ditemui di tempat yang sama.
"Memang secara jangka pendek kita sedang mengalami lesu, tapi dalam jangka panjang industri semen berprospek baik karena indikator makroekonomi juga akan berjalan baik," tegas Schutz.
Di sisi lain, ekspor semen Indonesia melonjak sebesar 631,7 persen menjadi 109,42 ribu ton pada kuartal I 2015 dari 14,95 ribu ton pada kuartal I 2014.
Sedangkan produksi semen Holcim sendiri diperkirakan mencapai 12,5 juta ton per tahun pada 2015 setelah mengoperasikan pabrik Tuban 2 yang berkapasitas 3,5 juta ton per tahun pada awal tahun ini. (gir)