“Investasi tersebut berasal dari sumber internal perusahaan dan pinjaman bank,” kata CEO RQL Adhi Trirachmadi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/5).
Antasari Height merupakan tower apartemen setinggi 32 lantai di lahan seluas 1 hektar. Sebanyak 360 unit apartemen ditawarkan, yang terdiri dari empat tipe yaitu tipe satu kamar seluas 55 m2, satu kamar plus seluas 75 m2, dua kamar seluas 110 m2 dan tiga kamar seluas 148 m2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Adhi mengungkapkan saat ini pembangunan apartemen tersebut sudah dimulai. “Posisi sekarang (pembangunannya) sudah dipasang sekitar 10 persen dari tiang pancang,” kata Adhi.
Dalam kesempatan yang sama, Chief Marketing Officer RQL Andreas Edwin Endarto menyebutkan sejumlah alasan perusahaan tetap optimistis akan masa depan properti Indonesia.
“Pertama adalah pemerintah telah menjalankan program-program infrastruktur ini yang kita lihat bahwa ini sebagai fuel dari pada industri properti di kuartal II,” kata Edwin.
Selain itu, lanjut Edwin, rencana pemerintah membuka ruang bagi warga negara asing memiliki properti mewah di Indonesia juga akan membuat pasar properti membaik ke depannya.