Indah Juanita, Pimpinan Proyek Kawasan Pariwisata Mandalika Lombok (KPML), mengatakan dana yang rencananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 itu nantinya akan digunakan untuk membiayai infrastruktur dasar dan pelengkap. Sarana dan prasarana dasar diprioritaskan untuk dibangun awal agar investor dapat segera merealisasikan investasinya lebih cepat.
"Jika infrastruktur selesai, kami harapkan penyelesaian KEK Mandalika bisa lebih cepat 10 tahun, dari target tahun 2030 menjadi tahun 2020. Infrastruktur ini penting karena sudah banyak sekali investor menanti," ujar Indah Juanita di Mandalika, NTB, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain infrastruktur tersebut, kami juga berencana untuk membangun infrastruktur pelengkap seperti pemadam kebakaran serta kantor pengelola. Khusus untuk listrik, insya Allah ada investor Prancis yang mau bantu pembangkit dengan kapasitas 10 ribu MW," jelas Indah.
"Sebenarnya KEK Mandalika tak memiliki masalah investasi yang berlarut-larut. Namun, infrastruktur akan terus dibangun demi melindungi kepentingan investor dan memastikan bahwa mereka akan segera merealisasikan investasinya," ujarnya ketika ditemui di tempat yang sama.
Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo menjanjikan dana sebesar Rp 1,8 triliun untuk membenahi infrastruktur KEK Mandalika dalam lawatannya ke kawasan ini bulan lalu. Ia beranggapan, KEK Mandalika perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat perkembangannya sangat stagnan sejak tahun 1987.
KEK Mandalika adalah KEK yang terletak di selatan pulau Lombok, NTB dan dikhususkan sebagai wilayah pengelolaan industri agro dan ekowisata yang baru diluncurkan tahun 2014 dengan luas mencapai 1.175 hektar. Pembangunan KEK Mandalika akan terbagi dalam tiga tahap, dengan tahap pengelolaan masing-masing tahap sebesar 49 persen, 27 persen, dan 24 persen dari total luas lahan. (ags/ags)