"Nantinya petroleum fund akan dipakai oleh Komite Eksplorasi (Nasional) untuk melakukan survei dan kegiatan eksplorasi lainnya. Sementara di hilir bisa dipakai Pertamina untuk menutup gap kalau-kalau harga minyak yang dijual (ke masyarakat) lebih rendah dari harga keekonomian. Tapi detilnya sedang dibahas," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja di Gedung DPR, Kamis (21/5).
Wiratmaja menerangkan rencananya petroleum fund akan masuk ke dalam pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Kementerian ESDM dan kementerian terkait lainnya sedang membahas usulan nilai petroleum fund tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susilo Siswoutomo, Mantan Wakil Menteri ESDM, berpandangan idealnya besaran petroleum fund sekitar 5 persen dari total penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor migas. Dengan demikian, pemerintah dapat merancang strategi jitu eksplorasi dan produksi migas nasional.
"Petroleum fund itu penting karena produksi minyak kita kedepan hanya bergantung pada lapangan Banyu Urip. Jadi harus ada penemuan cadangan baru," kata Susilo. (ags/gen)