Srie Agustina, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, mengatakan stok di Bulog untuk menghadapi bulan ramadan mencapai 1,3 juta ton. Sedangan di penggilingan mencapai 5,4 juta ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sehingga ada kemungkinan kita bisa surplus,” kata Srie. Dari perhitungan Kementerian Perdagangan, pasokan dari panen diharapkan mencapai 1,9 juta ton, sehingga defisit 1,4 juta ton pada masa ramadan dan lebaran bisa ditutupi, malah berlebih.
“Kita baru akan mengimpor beras kalau terdapat peningkatan produksi sebesar lima persen. Tapi kita lihat dulu, semoga produksi kita dalam dua bulan ke depan mencukupi," ujarnya
Adapun soal kebutuhan gula, Srie mengatakan ada persediaan sebanyak 1,4 juta ton dan proyeksi kebutuhan pada masa tersebut sebesar 286 ribu ton.
Meski dari angka terlihat menjanjikan, pengamat masih pesimistis suplai bahan pangan dapat memenuhi permintaan yang membubung.
"Saya tidak optimis hal tersebut akan terjadi, karena harga beras yang ada di pasaran sekarang justru malah menjadi disinsentif bagi petani untuk memproduksi lebih," ujar Dwi Andreas Santoso, guru besar Institut Pertanian Bogor, di tempat yang sama. (ded/ded)