Berdasarkan data Rencana Operasi Angkutan Lebaran Terpadu 2015/1436 H yang dikutip Selasa (26/5), prediksi tersebut nantinya paling banyak bakal disokong penumpang kereta api sebesar 5,53 juta orang, atau naik 8,54 persen dari capaian 2014 sebanyak 5,09 juta orang.
Jumlah itu disusul oleh penumpang angkutan jalan yang diprediksi turun 5,97 persen menjadi 4,91 juta orang, dari 5,23 juta orang pada Lebaran 2014. Sementara, penumpang angkutan udara diprediksi naik 2,05 persen menjadi 4,12 juta orang pada Lebaran tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi kesiapan sarana, untuk angkutan jalan, Kemenhub melansir telah menyediakan 44.871 bus (AKAP, AKDP, Pariwisata) pada Lebaran 2015, naik dari 43.015 bus pada 2014. Sementara untuk angkutan penyeberangan, Kemenhub mengklaim telah menyiapkan 187 kapal Ro-Ro, naik dari 174 kapal sebelumnya.
Kemudian, dari angkutan kereta api, sebanyak 410 lokomotif tercatat siap operasi, turun dari 416 pada 2014. Sementara jumlah kereta yang siap operasi pada Lebaran 2015 mencapai 1.637, naik dari 1.543 pada 2014. Adapun jumlah kereta api yang siap operasi mencapai 340, naik dari 293 pada 2014.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (ratas) soal persiapan sejumlah kementerian menjelang Lebaran dan bulan puasa (Ramadan). Ia menginstruksikan para menteri untuk menjaga arus transportasi dan ketertiban selama Ramadan dan Lebaran, serta mengamankan stok bahan pokok.
"Harus ada kemajuan kesiapan di bidang transportasi dan infrastruktur, terutama jembatan-jembatan. Kebutuhan pokok rakyat harus dipastikan tersedia dengan harga terjangkau," tegas Jokowi di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (25/5). (gir/gir)