Ahok dan DPRD Berseteru, Fujitsu Kena Getahnya

Deddy S, CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2015 09:06 WIB
Ahok dan DPRD Berseteru, Fujitsu Kena Getahnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan keterangan pada wartawan di Balaikota, Jakarta, Senin, 23 Maret 2015.(CNN INdonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berseterunya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan anggota DPRD serta hiruk pikuk pemilihan presiden 2014 ternyata berdampak pada bisnis Fujitsu Indonesia di Tanah Air. “Beberapa proyek kami tertunda,” kata Achmad S. Sofwan, Managing Director Fujitsu Indonesia, di Bandung, Rabu (27/5).

Akibatnya secara keseluruhan revenue Fujitsu di Indonesia untuk tahun 2014 mengalami sedikit penurunan. “Kalau diperhatikan, pada tahun lalu penyerapan anggaran DKI Jakarta juga hanya 40 persen, terendah sepanjang masa” kata Achmad.

Di tingkat pemerintah pusat pun tak jauh berbeda. Pada saat penyelenggaraan pemilihan umum dan pemilihan presiden terjadi perlambatan penyerapan. Dia mengingatkan soal pemotongan anggaran belanja sebesar Rp 50 triliun yang disetujui DPR. Akibatnya, beberapa proyek yang direncanakan dengan pemerintah pusat juga tertunda.


Sektor pemerintah memang masih menjadi penyumbang terbesar bagi bisnis Fujitsu. Porsinya sampai 63 persen, disusul sektor perbankan dan multifinance. Untuk 2015, porsi ini juga masih tak berubah. Tapi Fujitsu memasang target revenue di atas 20 persen. 

Soalnya meski ada bayangan suram pada 2014, Fujitsu masih bisa mencatatkan pertumbuhan di beberapa sektor. Semisal untuk periode Kuartal IV (untuk Fujitsu periode ini berlangsung pada Januari-Maret 2015), ada pertumbuhan revenue sebesar 28 persen year on year. Ini ditopang beberapa proyek bersama pemerintah yang mulai berjalan kembali.

Sementara di sektor nonpemerintah, Fujitsu mencatatkan pertumbuhan sampai 15 persen. Peningkatan yang besar terjadi di unit bisnis Managed Services. “Begitu tingginya, sampai saya tidak bisa menyebutkan angka,” kata Achmad.

Achmad mengatakan pada 2015 Fujitsu berniat menghadirkan solusi-solusi untuk masyarakat cerdas yang berpusat pada manusia. Ini ditopang makin banyaknya perangkat pintar dan ledakan data. “Tantangan kami, dengan sedemikian banyak data dibutuhkan aplikasi dan software untuk mengolah, dan apapun solusinya perlu server, storage, dan network,” kata Achmad. “Tapi konsep kami, apapun yang dilakukan harus membawa manfaat bagi masyarakat.”

Fujitsu sendiri sedang mempersiapkan proyek pilot sistem kesehatan, yang merupakan hasil kerjasama dua negara, Jepang dan Indonesia. Made Sudharma, Country Head Application Services Fujitsu Indonesia, mengatakan sistem kesehatan ini memungkinkan integrasi sistem antarrumah sakit melalui gabungan teknologi video teleconference dan sistem rekam medis elektronik.

Di dalam sistem transportasi sendiri, Fujitsu sudah bekerja sama dengan pengelola bus Transjakarta dengan memasang bus tracking system di koridor empat, lima, enam, dan delapan. Sementara di Makasar, Fujitsu menggandeng pengelola tol lewat aplikasi bernama Highway Patrol, untuk memantau kondisi lalu lintas di ruas tol yang ditujukan bagi pengguna jalan tol.

Untuk tahun ini Fujitsu juga berencana masuk ke sektor pendidikan dengan menawarkan solusi, yang tak hanya bersifat administratif tapi juga menyajikan sistem belajar dan mengajar yang lebih interaktif antara guru dan muridnya.

(ded/ded)


ARTIKEL TERKAIT