"Kami bicarakan banyak hal yang detail seperti soal transportasi," kata Fukuda usai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (28/5).
Fukuda menjelaskan ketertarikan investasi ini didukung dengan hubungan kental antarnegara sehingga investasi ini bisa dianggap sebagai bentuk dukungan pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia dari negara sahabat seperti Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berbicara secara detail soal bisnis dan investasi, Fukuda dan JK juga membahas ketenagakerjaan dan sumber daya manusia, walaupun belum menghasilkan bentuk kerjasama dalam sektor ini, keduanya sepakat bahwa SDM harus menjadi bagian concern atau fokus suatu negara.
Saat ditanya mengenai minat Jepang pada proyek infrastruktur dalam negeri, JK menanggapi dengan dua nilai, "Kualitas infrastruktur yang baik dan long term atau jangka panjang," katanya singkat.
Untuk diketahui, minat investasi negara Jepang bukanlah pertama kali di Indonesia, sebelumnya Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan negaranya berminat menanamkan investasi di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung serta proyek pelabuhan yang akan dibangun di wilayah metropolitan Jakarta. Hal tersebut disampaikan Abe saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Hotel Imperial Tokyo, Kamis sore (21/5).
JK menjelaskan kepada Abe, Indonesia terus bekerja untuk membangun infrastruktur, termasuk kereta cepat Jakarta–Bandung. “Kami juga akan membangun kereta cepat Jakarta–Surabaya. Tentunya kami akan menawarkan juga kepada pihak Jepang,” ujar JK. (gir/gir)