Kebutuhan modal proyek yang ditargetkan tuntas pada kuartal III 2016 itu awalnya ditaksir Rp 3,7 triliun, setelah di kalkulasi ulang nilainya membengkak jadi Rp 4,45 triliun.
"Pembangunan pabrik semen di Rembang ini merupakan amanat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2012 yang waktu itu nilainya Rp 3,7 triliun. Saat ini nilainya menjadi Rp 4,45 triliun kalau dihitung menggunakan kurs saat ini," ujar Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia di Semarang, Jumat (29/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung menjelaskan luas area tambang bahan baku semen di Rembang mencapai 519 hektare di mana luas pabrik yang dibangun sekitar 57 hektare. Kemudian lahan yang benar-benar dieksploitasi hanya 441 hektar, di mana 77,99 hektar sisanya merupakan area buffer zone yang mengitari kawasan.
Serap Tenaga Kerja
Ari Wardhana, Kepala Proyek Pabrik Rembang menuturkan sejak peletakan batu pertama pada Juni 2014 hingga 23 Mei 2015 realisasi pembangunan pabrik Rembang sudah 43,6 persen. Sejauh ini, proyek tersebut sudah menyerap 1.162 tenaga kerja, yang sekitar 60 persennya merupakan warga Rembang.
"Pada tahun depan kami perkirakan jumlah pekerjanya mencapai 4 ribu orang," katanya.
Untuk memperlancar pekerjaan proyek tersebut, kata Ari, 70 persen peralatan proyek berasal dari dalam negeri, sisanya 30 persen impor langsung dari Jerman. Sementara untuk kontraktor yang melaksanakan pembangunannya merupakan perusahaan dalam negeri. (gen)