Badan Pusat Statistik mencatat jumlah kunjungan Wisman ke Indonesia pada April 2015 menyentuh angka 749,9 ribu orang, naik 3,24 persen ketimbang bulan yang sama tahun lalu di angka 726,3 ribu kunjungan. Adapun Singapura masih menjadi negara pemasok wisma terbesar Indonesia lantaran pada April 2015 mencapai 118 ribu turis, naik 2,56 persen dibanding bulan Maret 2015 lalu.
"Dugaan kami karena rupiah melemah maka banyak yang tadinya akan berlibur ke luar negeri beralih ke domestik," ujar Kepala BPS Suryamin saat konferensi pers di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (1/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk bandara yang mengalami penurunan signifikan, menurutnya dipegang Soekarno-Hatta di Cengkareng yang mengalami anjlok hingga 11,57 persen. Suryamin mensinyalir, anjloknya jumlah penumpang yang bepergian dari Bandara Soetta terjadi karena adanya pelimpahan penerbangan ke Bandara Halim Perdana Kusuma.
Berangkat dari fenomena tadi, secara kumulatif jumlah kunjungan wisman ke Indonesia hingga April 2015 mencapai 3,05 juta orang, naik 3,44 persen ketimbang kunjungan wisman di periode yang sama tahun sebelumnya di angka 2,95 juta kunjungan.
Akan tetapi, meski mengalami peningkatkan jumlah Wisman Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada April 2015 mencapai rata-rata 51,28 persen, turun 0,05 poin dibandingkan TPK April 2014 yang tercatat sebesar 51,33 persen. Sedangkan jika dibandingTPK Maret 2015, TPK hotel berbintang pada April 2015 naik 2,15 poin dengan rata-rata lama menginap berkisar 2,19 hari.