Arief menjelaskan, jumlah turis yang berkunjung ke Indonesia di awal tahun memang selalu rendah secara musiman.
“Kondisi itu diharapkan bersifat seasonal karena bertepatan low season. Kalau melihat tren, kami optimistis target 12 juta pada akhir tahun ini akan tercapai,” kata Arief dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, Rabu (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Incar Timur Tengah
“Mereka biasanya datang sekeluarga dengan waktu tinggal yang panjang, dan jumlah uang yang dibelanjakan selama di Indonesia lebih tinggi antara US$ 1.400-US$ 1.700 per orang per kunjungan. Turis negara lain biasanya menghabiskan sekitar US$ 1.142 per orang,” terangnya.
Untuk meningkatkan kunjungan turis asal Timur Tengah, baru-baru ini Kementerian Pariwisata berpartisipasi dalam bursa pariwisata internasional di antaranya dengan mengikuti Arabian Travel Market (ATM) Dubai yang berlangsung pada 4-7 Mei 2015. Pada kesempatan itu Arief juga melakukan pertemuan dengan sejumlah calon investor setempat antara lain Tasweek, Emaar Properties, Trump Hotel Collection, Damac Properties, serta Paramount Hotel & Resor untuk menawarkan peluang investasi di sektor pariwisata di sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yakni Tanjung Lesung Tourism Resort (Banten), Mandalika Tourism Resort (NTB), dan Bintan (Riau). (gen)