Arif Wibowo, Direktur Utama Garuda Indonesia mengatakan maskapai pelat merah itu rencananya akan memotong pengeluaran promosi untuk meningkatkan efisiensi.
"Di luar bahan bakar, kami berhasil mencapai US$ 40 juta dari target efisiensi sebesar US$ 198 juta. Kalau untuk efisiensi bahan bakar kita targetkan US$ 160 juta hingga akhir tahun ini," ujar Arif ketika ditemui di Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rabu (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, beban usaha Garuda Indonesia pada kuartal I 2015 mencapai US$ 916,73 juta, turun 6,55 persen dari US$ 980,97 juta pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan beban operasional penerbangan juga turun 11,03 persen menjadi US$ 531,71 juta dari US$ 597,63 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Akibat penurunan beban usaha ini, Garuda Indonesia akhirnya mampu mencetak laba sebesar US$ 11,39 juta pada kuartal I 2015, setelah periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan merugi sebesar Rp US$ 168,04 juta.