Inisiatif ini merupakan kesepakatan antara PT Astra Internasional Tbk (Astra) dan PT Toyota Motor Corporation (TMC), selaku pemegang saham TAM dengan kepemilikan masing-masing 51 persen dan 49 persen.
"Inisiatif ini bertujuan untuk membangun jaringan penjualan dan distribusi yang lebih efisien dan kompetitif, termasuk perluasan peranan distribusi TAM, peningkatan operasional logistik melalui manajemen yang terpusat, serta manajemen persediaan dan inventori yang lebih baik," ujar Suparno Djasmin, Direktur Astra International melalui siaran pers, Rabu (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas penjualan dan proses distribusi, seluruh fungsi yang terkait dengan sub-distribusi yang kini dilaksanakan oleh diler utama akan diintegrasikan ke dalam TAM secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan," jelas Suparno.
Dari perspektif laba bersih konsolidasi Grup Astra, Suparno meyakini langkah ini tidak akan berdampak material dalam jangka pendek dan justru dapat berdampak positif ke depannya. Penataan ulang ini juga diharapkan akan bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan Astra, khususnya para konsumen.
"Pelaksanaan inisiatif ini diharapkan selesai pada awal 2016," tutur Suparno. (ags)