Sinarmas Investment Research dalam riset hariannya mramalkan indeks akan bergerak melemah di kisaran level 5.062-5.127. Adapun rilis data global yang menjadi pertimbangan Sinarmas antara lain data initial jobless claims Amerika Serikat (AS), data cadangan devisa Indonesia, dan pertumbuhan ekonomi Eropa.
(Baca juga: Bursa Wall Street Terkoreksi Jelang Rilis Data Pekerjaan AS)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tekanan di pasar modal selama paruh pertama 2015 merupakan hal yang wajar , di mana para investor jangka menengah sedang melakukan penyesuaian portofolio.
"Target resistance terdekat berada pada level 5.228, potensi kenaikan masih terlihat cukup kuat. Dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam jalur uptrend, dan bagi para investor jangka panjang momen seperti ini merupakan peluang berharga," tuturnya melalui risetnya, Kamis (4/6) malam.
"Indikator-indikator teknikal pun menunjukkan masih adanya peluang pelemahan. Tetapi, kami melihat tekanan jual mereda meskipun kami belum terlalu yakin hal itu dapat berlanjut," tuturnya.
Harapan akan penguatan, kata Reza, masih terbuka selama asumsi tekanan jual mereda dan diikuti positifnya laju bursa saham global. "Sebelum asumsi tersebut berjalan, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan (jika ada)," tuturnya. (ags)