Bahkan, produsen lampu itu pun optimistis bisa membukukan angka penjualan Rp 1 triliun pada 2018.
Widyastama Nugraha, Senior General Manager PT Panasonic Gobel Eco Solutions Sales Indonesia, menuturkan pemasaran perusahaan rencananya akan dititikberatkan bagi penyediaan sarana dan prasarana proyek-proyek besar, terutama di DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu proyek yang tengah dibidik oleh perusahaan tersebut adalah penyediaan lampu jalan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang rencananya akan disebar di 360 ribu titik di seluruh Ibu Kota. Proyek gabungan beberapa perusahaan lampu ini diharapkan dapat rampung pada atau tepat ketika Asian Games dilaksanakan.
Tommy menambahkan, proporsi penjualan lampu pada tahun-tahun berikutnya akan dititikberatkan pada kebutuhan proyek dibandingkan dengan kebutuhan rumah tangga. Tercatat hingga 2014, porsi penjualan lampu bagi kebutuhan proyek mencapai Rp 80 miliar atau 20 persen dari total penjualan sebesar Rp 400 miliar.
"Begitupun untuk tahun ini, kami targetkan peningkatan penjualan dua kali lipat untuk penggunaan proyek. Memang target kita cukup tinggi tiga tahun ke depan, makanya kita juga lakukan pendekatan ke project owner, project user, dan developer agar mau pakai produk kita," katanya.
Sebagai informasi, penjualan lampu panasonic secara global pada tahun lalu mencapai US$ 2,6 miliar atau setara dengan Rp 33,8 triliun, di mana 30 persen dari penjualan tersebut terpusat di benua Asia. Selain itu, Panasonic menempati posisi ketiga penyedia terbanyak lampu dunia atau 5 persen dari pangsa pasar dunia secara keseluruhan.
Indonesia merupakan salah satu basis produksi lampu Panasonic, dengan letak pabrik berada di Pasuruan, Jawa Timur dan Cikarang, Jawa Barat. Produksi lampu dari kedua lokasi tersebut mampu memenuhi 50 persen kebutuhan lampu dalam negeri, di mana sisanya dipenuhi dari pabrik lain di Tiongkok, Jepang, dan India.