Menyikapi hal tersebut, Chief Executive Officer JNE Logistics Johari Zein menjelaskan bahwa keputusan perusahaannya untuk menaikkan tarif pengiriman barang sudah dibahas sejak pertengahan tahun lalu. Bahkan ketika pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla menaikkan harga BBM jenis premium dan solar Rp 2 ribu per liter mulai 18 November 2014, JNE sama sekali tidak melakukan penyesuaian tarif.
“Kami terakhir kali melakukan penyesuaian tarif pada 2013 lalu.
Tahun lalu saat harga bensin naik tinggi, kami sempat membicarakannya tetapi tidak juga mengubah tarif.Johari Zein |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bukan hanya BBM saja. Kami menyesuaikan tarif karena menjelang lebaran seperti ini, biaya karyawan naik. Selain itu biaya angkutan pesawat untuk pengiriman keluar Jabodetabekar juga naik. Secara keseluruhan itu membebani biaya operasional kami,” jelas Johari.
Pria yang kerap menjadi pembicara dalam seminar-seminar logistik di Indonesia itu mencatat, pengiriman barang yang dilakukan JNE dari dan menuju Jabodetabekar menyumbang 60 persen terhadap total pengiriman barang setiap hari.
“Kami melayani 900 ribu paket per hari, dan 60 persennya dari dan menuju Jabodetabekar,” katanya. (gen)