“Saya akan efektif bertugas di kantor pusat ADB di Manila pada akhir Juni 2015, setelah pejabat sebelumnya pensiun,” ujar Bambang ketika dihubungi, Senin (8/6).
Bambang menuturkan penunjukkannya sebagai Wakil Presiden ADB berdasarkan proses seleksi yang ketat yang dilakukan oleh panitia. Pria yang juga pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian itu mengatakan setidaknya ada 33 kandidat yang mengikuti proses seleksi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dirinya, Bambang menyebut ADB juga menunjuk Diwakar Gupta sebagai Wakil Presiden urusan Operasi Sektor Swasta dan Pembiayaan Bersama.
Tugas Utama
“Harapan saya dengan masuk ke ADB bisa mendorong orang Indonesia lain untuk berperan aktif di lembaga internasional. Di era global sekarang ini, kita tidak bisa selamanya hanya menjadi pasar tetapi harus bisa mengambil kebijakan di lembaga tersebut. Tunjukkan bahwa orang Indonesia mampu,” tegas Bambang.
ADB yang berbasis di Manila berdiri sejak 1966. Indonesia sendiri memiliki saham sekitar 5 persen dari total 67 negara pemegang saham sekaligus anggota ADB. Pada 2014, dukungan ADB terhadap pembangunan di Asia Pasifik berjumlah U$ 22,9 miliar, termasuk pembiayaan bersama U$ 9,2 miliar. (gen)