“Akibatnya banyak kapasitas industri, kapasitas pabrik yang seharusnya bisa 90-100 persen hanya berproduksi 40-60 persen,” kata Jokowi di kantornya, Jakarta, Selasa (9/6) seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet.
Kewajiban penggunaan produk dalam negeri menurut Jokowi tidak cukup hanya tertulis di atas secarik kertas peraturan. Ia meminta semua kementerian, lembaga, dan badan usaha milik negara (BUMN) untuk memaksa penggunaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikan Jokowi di hadapan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinov Chaniago, dan Kepala BPKP Ardan Adiperdana.
Topang Pertumbuhan
“Jangan sampai sampai ekonomi kita berbasis konsumsi karena apapun nilai tambah ada di sisi produksi, di sisi pengembangan industri dalam negeri,” tutur Jokowi.