“Dana dari obligasi ini akan kami gunakan untuk pembiayaan perumahan, baik itu untuk rumah non-subsidi maupun yang rumah subsidi,“ tutur Direktur Utama BTN, Maryono dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (10/6).
Selain itu, lanjut Maryono, penerbitan obligasi ini juga sebagai bentuk kesiapan BTN mendukung program sejuta rumah pemerintah, sekaligus menjaga likuiditas perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obligasi berkelanjutan tahap I 2015 ini akan ditawarkan dalam empat seri, yaitu Seri A bertenor tiga tahun dengan pembayaran kupon antara 9,2 – 9,45 persen , Seri B bertenor lima tahun dengan tingkat kupon berkisar 9,35 – 9,6 persen, Seri C bertenor tujuh tahun dengan kupon sebesar 9,5 – 9,75 persen, dan Seri D bertenor 10 tahun dengan pembayaran kupon sebesar 9,65 – 9,9 persen. Adapun pembayaran kupon dilakukan secara triwulan dengan pembayaran pertama pada 7 Oktober 2015.
Bank pelat merah yang mendapatkan peringkat instrumen idAA (double A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini telah menunjuk PT BCA Sekuritas, PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Securities Tbk, sebagai Pelaksana Penjamin Emisi.
Bookbuilding PUB II tahap I ini akan dilakukan pada tanggal 9-18 Juni 2015. Kemudian, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 29 Juni 2015 dan penawaran obligasi akan dilaksanakan pada tanggal 1-2 Juli 2015. Selanjutnya, penjatahan akan dilakukan pada tanggal 3 Juli 2015 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Juli 2015.
Sebagai informasi, BTN merupakan pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar total KPR sebesar 27 persen. Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, BTN menguasai lebih dari 95 persen total penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2011, 2012 dan 2013. Sepanjang tahun lalu BTN berhasil membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp 116 triliun atau tumbuh sekitar 15,38 persen dibandingkan capaian pada 2013 sebesar Rp 100,46 triliun. (ags/gen)