"Penyaluran pembiayaan kemarin kita berikan salah satunya untuk BUMN karya sebagai working capital pembangunan pelabuhan di Sorong. Selain itu kemarin ada juga salah satu proyek swasta yang kita biayai dengan project cost Rp 2 triliun," jelas Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini, Rabu (10/6).
Selain itu, ujar Emma, perseroan juga mengucurkan kredit ke PT Angkasa Pura II sebesar Rp 500 miliar pada akhir Maret untuk mendanai pengembangan sejumlah bandara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Untuk pelabuhan kita approaching-nya dengan Pelindo karena mereka yang jadi perusahaan anchor-nya. Tidak menutup kemungkinan pelabuhan yang diinisiasi swasta juga dibiayai, tapi itu pasti skala khusus bukan pelabuhan umum," jelas Emma.
Sisanya, sektor minyak dan gas bumi berporsi 19 persen, pembangunan jalan berporsi 14 persen, dan pembiayaan telekomunikasi sebesar 7 persen dari total komitmen tersebut.
"Karena kan kemarin berganti kabinet baru, nomenklaturnya juga baru sehingga otomatis penyerapan belanja negara menjadi sangat terhambat. Revisi APBN juga baru disetujui Maret, jadi praktis kuartal II ini efektif penyerapan. Otomatis proyek infrastruktur yang dibiayai APBN menjadi tertunda dulu, tapi rasanya second quarter ini rasanya udah mulai catching up," tuturnya.
Sebagai informasi, setahun ke depan SMI membidik pembiayaan sebesar Rp 10,8 triliun, di mana pembiayaan sebesar Rp 4 triliun bisa dibukukan pada tahun ini dan sisanya Rp 6,8 triliun menjadi target pembiayaan 2016.
Berdasarkan data portofolio per 31 Desember 2014, SMI telah memberikan komitmen pembiayaan sebesar Rp 5,57 triliun dengan total nilai proyek sekitar Rp 45,55 triliun. Pembiayaan tahun llau diklaim berhasil menciptakan efek positif berganda sebesar 8,2 kali.