BI juga memprediksi CAD pada kuartal ke-II merupakan defisit tertinggi, sebelum akhirnya mengecil lagi di kuartal selanjutnya.
"Memang pola CAD kuartal I paling rendah karena aktivitas ekonomi di kuartal pertama biasanya masih lemah. Tahun lalu juga begitu, biasanya pada kuartal II aktivitas ekonominya lebih tinggi, makanya biasanya CAD nya meningkat dibanding kuartal I," terang Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingat angkanya. Tapi estimasi BI terkait CAD di kuartal II lebih baik dari perkiraan semula. Di bawah 3,5 persen rasanya iya," terangnya.
"Kuartal II biasanya agak tinggi dibanding kuartal III, dan kuartal IV juga agak turun. Polanya begitu," terangnya.
Sebagai informasi, pada kuartal I tahun lalu, BI mencatat defisit transaksi berjalan sebesar 1,92 persen, dimana kemudian angkanya meningkat menjadi 3,92 persen di kuartal II lalu mengecil di kuartal III dan IV dengan angka masing-masing 2,95 dan 2,58.
Sedangkan pada kuartal I tahun ini, BI mencatat adanya defisit transaksi berjalan sebesar 1,8 persen dari PDB karena menurunnya defisit neraca perdagangan migas, sebesar US$ 1,24 miliar. (gen)