Adhi Wibowo, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM mengungkapkan anjloknya angka produksi batubara nasional sampai Mei kemarin dikarenakan oleh alasan kondisi cuaca di wilayah kerja pertambangan.
"Kondisi di lapangan sering hujan. Jadi mengganggu kegiatan produksi," ujar Adhi di Jakarta, Senin (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kondisi tersebut, Adhi memperkirakan para perusahaan akan terus melakukan evaluasi terhadap biaya dan target produksi batubara.
"Saya pikir perusahaan-perusahaan sedang melihat kembali struktur ongkos produksinya dengan harga batubara sekarang. Jadi ada pilihan untuk menurunkan angka produksi dan melakukan efisiensi," katanya.
Dari angka produksi sebesar 166 juta ton, tambah Adhi sekitar 135 juta ton batubara Indonesia diekspor untuk memenuhi kebutuhan luar megeri. Sementara sisanya sekitar 31 juta ton dipasok untuk kebutuhan dalam negeri.