Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan kejatuhan rupiah terparah terjadi di Papua, yakni mencapai Rp 13.237 per dolar. Sementara menghadapi Euro, rupiah menembus level terendah Rp 14.977 di Maluku.
"Rupiah hanya melemah terhadap dolar AS dan Euro, sedangkan dengan yen dan dolar Australia menguat," ujarnya di kantor BPS, Senin (15/6).
Menurut Suryamin, rupiah terapresiasi 0,52 persen terhadap dolar Australia sepanjang Mei lalu. Level tertinggi kurs tengah rupiah terhadap dolar Australia adalah Rp 10.226. Tertinggi adalah di Nusa Tenggara Timur, yakni mencapai Rp 9.989 per dolar Australia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT