“Iya, memang ada ajakan untuk mengelola dana CPO fund tersebut. Kami sedang mempersiapkan materi presentasinya,” ungkap Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (16/6).
Rohan mengungkapkan, presentasi yang difokuskan pihaknya adalah terkait kesiapan Bank Mandiri untuk mengelola dana jumbo dari pungutan CPO supporting fund. Hal tersebut antara lain terkait infrastruktur dan teknologi yang digunakan untuk menunjang pengelolaan dana tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekadar informasi, pemerintah memperkirakan total pungutan pengembangan sawit CPO fund dari ekspor sawit tersebut dapat mencapai sekitar US$ 750 juta atau sekitar Rp 8 triliun per tahun. Hal tersebut bisa jadi menguntungkan bagi bank yang mengelolanya apalagi pungutan tersebut bersifat wajib.
Namun sayangnya, Rohan mengaku belum mengetahui kapan BLU CPO fund akan mengumumkan bank kustodian yang ditunjuk mengelola dana tersebut. Ia hanya mengungkapkan bahwa presentasi akan dilakukan dalam waktu dekat dan juga mengakomodasi beberapa bank lain.
“Presentasi dalam waktu dekat, makanya kami siapkan materinya. Nanti ada beberapa bank lain juga, tapi saya tidak tahu bank mana saja,” kata Rohan.
Untuk diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil memastikan BLU CPO fund bakal efektif beroperasi 1 Juli 2015 mendatang. Hal tersebut sambil menunggu ditetapkannya empat orang direktur yang akan melengkapi pos Direktur Utama dan Direktur Keuangan yang sudah terisi sebelumnya.
Pemerintah menyatakan BLU CPO fund bakal berperan sebagai Asset Management Company atau Badan Pengelola Dana yang mendapatkan management fee berupa persentase tertentu dari dana yang dikelola. Management fee ini yang akan dipakai untuk membayar gaji, sewa kantor dan semua biaya administrasi yang dikeluarkan oleh BLU tersebut.