Selain mengundang media massa, Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM telah mengundang para pemangku kepentingan terkait untuk menghadiri pembacaan keputusan yang dibuat oleh Presiden Joko Widodo yang akan disampaikan Sudirman Said.
“Pukul 09.00 di lobi Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM akan dilakukan konferensi pers Menteri ESDM tentang keputusan pemerintah terkait pengelolaan blok Mahakam,” bunyi pesan singkat yang disebar Pusat Komunikasi Publik Kementerian kepada para wartawan, Kamis (18/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekomendasi ini merupakan hasil diskusi antara PT Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation, serta PT Pertamina (Persero) sebagai calon operator Mahakam pada 2018 mendatang.
"Semua tergantung Pak Presiden. Tapi kami sudah memutuskan (rekomendasi) Pertamina akan menjadi mayoritas, dan PI Pemda (Pemerintah Daerah) sebesar 10 persen. Sementara Total dan Inpex silahkan B to B dengan Pertamina," ujar Djoko saat dihubungi, Kamis (17/6).
Selain mencantumkan usulan pembagian besaran PI, Djoko bilang dalam rekomendasi tersebut juga disinggung mekanisme masa transisi. Djoko mengatakan, masa transisi sendiri akan dimulai pada 2016 dengan melibatkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
"Detilnya tunggu saja," ujarnya.
Total dan Inpex telah mengelola Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967 untuk 30 tahun. Ketika kontrak pertama berakhir pada 1997, kedua perusahaan tersebut mendapat perpanjangan kontrak selama 20 tahun hingga 2017. Sesuai keputusan pemerintah, Pertamina akan menjadi operator mulai 2018 menggantikan kedua perusahaan asal Perancis dan Jepang tersebut yang sebelumnya memegang PI masing-masing 50 persen. (gen)