"Asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2016, (berdasarkan) perkembangan terakhir, kami usulkan mungkin ada di range pertumbuhan ekonomi 5,5-6 persen," ujar Bambang pada rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Senin (22/6).
Bambang menyatakan, sebelumnya prediksi yang disampaikan pemerintah dipaparkan sebelum angka pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini keluar. Namun setelah mempertimbangkan pencapaian pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama yang melambat menjadi 4,71 persen serta perkembangan ekonomi global, maka pemerintah kini realistis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan IMF masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi global 3,8 persen pada tahun depan, artinya lebih baik dari prediksi (pertumbuhan ekonomi global) tahun ini 3,3 persen dan realisasi 2014 sebesar 3,3-3,4 persen. Dari situ ada optimisme dari global," ujarnya.
Menurutnya, jika skema penyelamatan tidak berjalan mulus, maka hal itu bisa mempengaruhi stabilitas perekonomian dunia bersama adanya isu kenaikan tingkat suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed rate).
Sementara, dari sisi nilai tukar, Bambang menyebut akan mengikuti asumsi Bank Indonesia yang memperkirakan nilai tukar tahun depan akan berada di kisaran Rp 13.000 - Rp 13.400 per dolar Amerika Serikat. Hal tersebut juga sekaligus meralat asumsi kurs untuk tahun depan yang sebelumnya di kisaran Rp 12.800-Rp 13.200 per dolar. (gir/gir)