"Bagi kami ini positif artinya memang dalam kondisi yang sekarang dengan posisi pertumbuhan KPR tahun ini relatif melambat mudah-mudahan dengan adanya keringanan dalam LTV ini bisa menaikkan minat konsumen dalam membeli rumah," ujar Baiquni saat ditemui di Kantor BNI Pusat, Jakarta, Kamis (25/6).
Mantan Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) itu mengatakan akibat pelambatan ekonomi, perseroan harus merevisi kembali rencana bisnis bank (RBB) pada tahun ini dan berencana menurunkan target kredit dari semula berada dikisaran 15-17 persen menjadi dikisaran 13-14 persen. Khusus untuk kredit KPR, bank pelat merah itu berharap pertumbuhan yang bagus bisa menyentuh angka 13-14 persen dengan diberlakukannya aturan LTV baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut total KPR BNI sendiri saat ini sebesar 15-16 persen dari total portfolio kredit yang dimiliki BNI.
BNI mencatat pertumbuhan kredit perumahan sebesar 2,9 persen atau menjadi Rp 33,09 triliun per Maret 2015, dibandingkan posisi Rp 32,15 triliun per Maret 2014. Sementara kredit perumahan berkontribusi 12,3 persen terhadap total kredit bank.