"Saya merasa bersyukur kalau KUR TKI ini mendapat perhatian. Kalau selama ini, jujur saja pembiayaan TKI kena lintah darat. Biayanya sebesar Rp 1 triliun dan nantinya alan disalurkan oleh lima bank," jelas Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Nusron Wahid di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jumat (26/6).
Nusron menambahkan, bank-bank yang sudah ditunjuk untuk menyalurkan pembiayaan itu adalah tiga bank BUMN dan dua bank swasta yaitu PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Bank Mandiri, PT Bank International Indonesia, dan PT Bank Sinarmas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya keinginan kami adalah 150 ribu nasabah karena setiap tahunnya, penempatan TKI per tahun rata-rata 300 ribu orang dengan asumsi separuh mendapat pembiayaan. Jikalau nanti ada yang tidak kebagian, kami maklum karena ini percontohan dulu, sudah bagus dapet segitu," tambahnya.
Bunga pembiayaan sendiri rencananya akan dikenakan sebesar 12 persen effective rate (cicilan menurun), atau setara dengan 7 persen flat rate. Nusron menambahkan, selama ini bunga pembiayaan KUR bagi TKI adalah sebesar 33 persen flat rate dimana kredit memiliki tenggat waktu antara enam hingga sembilan bulan saja.
"Kalau dengan asumsi pinjaman sebesar Rp 15 juta, jadinya hanya kena bunga sekitar Rp 1,3 hingga 1,4 juta saja, bahkan bisa turun jadi Rp 1,1 juta. Biasanya debitur kena bunga Rp 4 juta, sekarang jadi Rp 1,1 juta sehingga beban bunga dengan jumlah pinjaman tersebut bisa berkurang hingga Rp 2,5 juta lebih," tutur Nusron.
Dengan penurunan bunga KUR bagi TKI dari 33 persen flat rate ke angka 7 persen flat rate, maka pemerintah juga akan melakukan subsidi atas selisih bunga tersebut. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa diperlukan dana mencapai Rp 900 miliar untuk mensubsidi selisih bunga tersebut.
"Anggaran yang diperlukan untuk subsidi sebesar Rp 900 miliar, dengan asumsi bunga itu langsung turun ke angka 12 persen effective rate (ekuivalen dengan 7 persen flat rate)," jelas Bambang ketika ditemui di lokasi yang sama. (gir/gir)