“Ini masih penjajakan awal. Dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Belitung, ada satu investor Singapura yang menunjukkan keseriusannya berinvestasi di sektor perkebunan. Kami akan mengawal dan memfasilitasi agar minat tersebut dapat segera terealisasikan melalui pengajuan izin prinsip ke BKPM,” ujar Franky melalui keterangan pers, dikutip Senin (29/6).
Mantan Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPPMI) itu mengungkapkan Presiden Joko Widodo telah meminta BKPM untuk mencarikan investor di sektor pelabuhan, industri, wisata dan bidang lain di luar pertambangan saat meresmikan Pelabuhan Tanjung Batu di daerah tersebut, Sabtu (20/6) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sedangkan, realisasi investasi kuartal I 2015 terhitung sebesar Rp 287,22 miliar dan akan terus kami tingkatkan dengan menggali potensi investasi di Bangka Belitung,” tambah Franky.
Sedangkan investor asing lebih melirik investasi sektor tanaman pangan dan perkebunan, industri makanan, pertambangan, listrik, gas, air dan industri kayu.
Franky mencatat selama 2010–2014, investor asing yang paling banyak menanamkan modal di Bangka Belitung adalah Malaysia, Singapura, Inggris, Korea Selatan dan Mauritius. (gen)