"Dari data yang saya miliki, tidak selayaknya mencabut 450 VA dan 900 VA. Karena mereka terkena dampak ekonomi," ujar Anggota Badan Anggaran DPR Eki Awal Muharram dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Selasa (30/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena orang sudah mulai pandai, mereka pindah dari awalnya menggunakan meteran daya 1.300 VA diturunkan jadi 900 VA, tarif listriknya jauh lebih murah," tuturnya.
"Padahal gajinya besar. Jadi bukan kami ingin menghindari, tapi kami tidak ahli menilai orang miskin," tutur Sofyan.
Kementerian ESDM mencatat sebanyak 22,7 juta jiwa menikmati jasa listrik golongan 450 VA dan terdapat 21,9 juta jiwa yang termasuk pelanggan listrik golongan 900 VA.
Menyikapi beda pandangan dan data tersebut, Plt Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasi Nazara menegaskan secara umum subsidi listrik tetap, tetapi distribusinya akan dilakukan lebih terarah dan tepat sasaran hanya untuk masyarakat miskin dan rentan miskin.
"Kita akan bicarakan lagi dengan Kementerian ESDM dan PLN, seperti apa mekanismenya supaya lebih tepat sasaran," ujar Suahasil.