"Stok pasokan kebutuhan pokok untuk bulan puasa dan Lebaran, pasokan barang di provinsi cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai lima bulan ke depan," ujarnya di Kantor Presiden, Senin (6/7).
Tak hanya itu, Rahmat juga mengklaim perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional rata-rata stabil dan beberapa komoditas bahkan cenderun turun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penurunan harga terjadi untuk beras, minyak goreng, dagung ayam ras, cabai merah, bawang putih, bawang merah, dan telur ayam ras.
Mantan bos Panasonic itu mengatakan selama ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan jelang Lebaran.
Upaya pertama, papar Rahmat, mengontrol harga ekspor dan impor kebutuhan pokok sesuai dengan amanah yang tertuang dalam Undang-Undang Perdagangan dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting yang ditandatangani Presiden Jokowi pada tanggal 15 Juni 2015 lalu.
"Kedua, koordinasi dan komitmen kementerian dengan produsen dan pengusaha. Ketiga, akses murah untuk masyarakat bawah dengan dilakukan operasi pasar dan pasar murah," ujar dia.
Langkah selanjutnya, lanjut Rahmat, adalah dengan memaksimalkan pemanfaatan sistem informasi dengan mengintensifkan pemantauan harga dan stok. Selain itu, tutur dia, telah dilakukan juga optimalisasi perdagangan antar pulau dan memanfaatkan sarana distribusi pasar rakyat serta pasar modern.
(ags/ags)