Director of Airport Services and Facility AP II, Ituk Heraindri mengaku selama ini pihaknya kesulitan untuk menertibkan taksi gelap yang telah puluhan tahun beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Terlebih, katanya, perbandingan antara permintaan penumpang dengan ketersediaan armada taksi masih sangat jauh.
"Setiap hari ada 4 ribu unit taksi yang beroperasi di Bandara Soetta, itu masih sangat kurang jika dibandingkan dengan jutaan penumpang yang bisa ditampung oleh bandara," jelasnya di Kempinski Hotel Jakarta, Senin (6/7) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat adanya andil taksi gelap terhadap pelayanan penumpang taksi di Bandara Soetta, menurut Ituk, perseroan tidak bisa menutup mata begitu saja. Untuk itu perseroan akan membina keberadaan taksi gelap agar lebih teratur dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
AP II juga siap menghadap Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terkait pemberian izin operasional taksi gelap yang diketahui masih memiliki plat nomor berwarna hitam. Ia yakin dengan proses legalisasi taksi gelap tidak akan menimbulkan kecemburuan dari para operator taksi resmi. (ags)