Steven R. Tabor, Country Director ADB mengatakan pinjaman tersebut akan dikucurkan untuk membantu pemerintah dalam merealisasikan rencana proyeknya.
"Untuk sektor publik pinjaman ke pemerintah diperkirakan tahun ini adalah sekitar US$ 1,5 miliar dan separuh dikenakan untuk proyek-proyek infrastruktur dan separuh itu untuk program-program reformasi pemerintah," ujar Steven di Jakarta, Selasa (7/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu ADB juga akan mengalirkan pinjaman untuk kegiatan reformasi di bidang pasar modal dan inklusi keuangan. Dua sektor ini dinilai masih kurang efisien dan optimal dalam menjalankan fungsinya sehingga dinilai menghambat investasi di kedua sektor tersebut.
Sementara di bidang infrastruktur, ADB tengah mengerjakan proyek irigasi dan juga beberapa penanganan banjir di beberapa daerah.
"Lalu ada proyek kerjasama dengan PLN untuk memperbaiki transmisi dan distribusi listrik di Sumatera," ujarnya.
Steven mengatakan dari total pinjaman US$1,5 miliar untuk tahun ini, sebanyak US$ 1 miliar sudah siap ditarik untuk membiayai proyek-proyek pemerintah yang sudah disetujui konsep dan realisasinya. Sementara sisanya US$ 500 juta menunggu proyek-proyek yang masih dalam perencanaan konsep.
"Jadi tidak langsung didrop begitu saja, jadi itu dibayar kalau ada perlu tergantung progres proyeknya," ujar Steve. (ags/gen)