The Guardian melaporkan dalam waktu sepuluh menit perdagangan, lebih dari 1.000 saham di dua bursa China tersebut anjlok rata-rata 10 persen dan secara otomatis perdagangannya dihentikan karena terkena autorejection. Sementara itu, sekitar 1.400 perusahaan atau lebih dari setengah yang melantai di bursa meminta perdagangan sahamnya dihentikan guna mencegah kerugian yang lebih besar.
China Securities Finance Corporation (CSFC) mengatakan terjadi kepanikan yang irasional di pasar saham Negeri Tirai Bambu menyusul aksi jual yang meningkat tajam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelarian Modal
Berdasarkan riset Bespoke Investment Group, kapitalisasi pasar China tergerus hingga US$ 3,25 triliun dalam satu bulan terakhir. Angka tersebut merupakan akumulasi modal yang ditarik keluar oleh investor sejak 12 Juni 2015. Nilai tersebut setara dengan total kapitalisasi pasar saham Prancis, atau sekitar 60 persen dari kapitalisasi pasar Jepang.
"Sekarang ini ada kepanikan di pasar dan marak aksi jual yang tidak masuk akal. Hal ini membuat likuiditas di pasar modal mulai kering," kata China Securities Regulatory Commission dalam keterangan tertulis yang dikutip CNN, Rabu (8/7). (ags/gen)