Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan meski Indonesia tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), itu tidak akan terlalu berisiko. "Asia itu sangat jauh dengan Yunani dan sejauh ini kita lihat tidak ada risiko yang menular ke Asia dari krisis sekarang ini," ujar Diop saat ditemui di Kantor Perwakilan Bank Dunia Indonesia, Jakarta, Rabu (8/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat masih adanya kerentanan dalam pemulihan itu, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Eropa hanya mampu mencapai 1,2-1,5 persen tahun ini. Berbeda jauh dengan prediksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia, termasuk China, yang dipatok di kisaran 5-6 persen untuk tahun ini.
Di lain pihak, sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai krisis di Yunani akan dirasakan pada persepsi tentang stabilitas ekonomi makro. Sedangkan pada perdagangan dan investasi tidak terlalu berpengaruh.
Agus bilang bank sentral menyatakan akan mengambil sejumlah tindakan jika pada akhirnya krisis Yunani kian terasa ke Indonesia. Di antaranya dengan menjaga stabilitas pasar uang dan modal dalam negeri yang diyakini menjadi sektor yang akan terdampak. (Baca: BI: Krisis Yunani Beri Tekanan ke Pasar Uang Indonesia)
(ded/ded)